RI-Vietnam Jajaki Kerja Sama Bidang Teknologi Pertanian
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto jajaki
peningkatan kerja sama Indonesia dengan Vietnam dalam sektor industri. Penjajakan ini dicapai usai
Airlangga bertemu dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam
Nguyen Cam Tu yang membawa delegasi VEAM Corp di Kementerian Perindustrian
(Kemenperin), Kamis 25 Agustus 2016.
Airlangga
menjelaskan, VEAM Corp merupakan BUMN di bawah Kementerian Perindustrian dan
Perdagangan Vietnam yang bergerak di bidang manufaktur, permesian dan alat
pertanian, truk dan bis, serta komponen.
Dia
menyatakan, Indonesia akan membuka peluang kerja sama industri dengan Vietnam,
khususnya pada pengembangan teknologi. “Hal ini didukung oleh fasilitas riset
di sektor agro dan permesinan yang dimiliki balai-balai di bawah Kementerian
Perindustrian," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat
(26/8/2016).
Kerja
sama kedua negara akan difokuskan pada industri permesinan yang berbasis di
sektor pertanian. Alasannya, beberapa perusahaan di Indonesia sudah menguasai
teknologi baik pra panen dan pasca panen.
“Indonesia
juga menguasai teknologi pengolahan agrikultur untuk produk-produk seperti
kakao, CPO, karet dan hortikultura. Di Indonesia ada asosiasi alat Mesin
Pertanian Indonesia (alsintan) yang memiliki sebanyak 30 anggota," kata
dia.
Menurut
Airlangga, industri alat mesin pertanian (alsintan) di Indonesia telah memiliki
kemampuan memproduksi traktor tangan, traktor kecil hingga sedang, pompa
irigasi, mesin bajak yang digunakan untuk tahap pra panen.
“Sedangkan
untuk pascapanen seperti mesin pengering. Namun baru 35 persen produk alsintan
di Indonesia yang diproduksi oleh perusahaan dalam negeri," ungkap dia.
Kemenperin
mencatat, industri alsintan Indonesia tumbuh 261 persen pada 2015 dengan nilai
US$ 26,6 juta. Tujuan ekspor utamanya ke Nigeria, Malaysia, Amerika Serikat,
Filipina, Venezuela and Timor Leste. Di sisi lain, Indonesia mengimpor untuk
produk-produk alsintan sebesar US$ 45.3 juta pada 2015.
Dengan adanya kerja
sama ini, Airlangga berharap akan berdampak pada peningkatan neraca perdagangan
kedua negara, dari US$ 6 miliar pada 2015 menjadi US$ 10 miliar pada 2018.
"Indonesia
dan Vietnam punya kemiripan industri dan kemiripan pangsa ekspor, jadi
sebaiknya saling melengkapi. Ekspor Indonesia ke Vietnam diantaranya produk kimia, permesinan, komponen
elektronika, dan komponen mesin. Sedangkan impor dari Vietnam, antara lain
tekstil, beras, alas kaki dan karet untuk kebutuhan industri," tandas dia.
(Dny/Gd)
Sumber : RI-Vietnam Jajaki Kerja Sama Bidang Teknologi Pertanian
Reepost: Fitri Ginarti
NIM : 13211GOL: A5.2
Nama : Miftah Idfa' Syafinah
BalasHapusNim : 14/364339/PN/13593
Gol : A5.2
kel : 2
Berita ini terdapat nilai penyuluhan \
1. adanya ide, peningkatan kerja sama Indonesia dengan Vietnam dalam sektor industri karena Indonesia dan Vietnam punya kemiripan industri dan kemiripan pangsa ekspor.
2. sasaran, Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam Nguyen Cam Tu yang membawa delegasi VEAM Corp di Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
3. adanya manfaat, Indonesia dan Vietnam punya kemiripan industri dan kemiripan pangsa ekspor, jadi sebaiknya saling melengkapi. Ekspor Indonesia ke Vietnam diantaranya produk kimia, permesinan, komponen elektronika, dan komponen mesin. Sedangkan impor dari Vietnam, antara lain tekstil, beras, alas kaki dan karet untuk kebutuhan industri.
4. adanya nilai pendidikan, industri permesinan yang berbasis di sektor pertanian.
dan nilai-nilai berita yang terkandung bersifat:
1.Timelines (bersifat baru),karena berita ini terdapat hari, tanggal, bulan dan tahun yang belum lama.
2. policy, dimana berita ini mengambil kebijakan dari Kementerian Perindustrian dari Indonesia dan Vietnam
3. prominence, dimana kementrian Indonesia dan Vietnam adalah orang yang terkemuka
4. consequence, kebijakan yang nantinya diambil oleh kementrian industri Indonesia akan mempengaruhi keuntungan atau kerugian bagi indonesia.
5. Development, berita ini mengandung keberhasilan bagi pembangunan pertanian dalam pengembangan teknologi yang didukung oleh fasilitas riset di sektor agro dan permesinan yang dimiliki balai-balai di bawah Kementerian Perindustrian, serta dapat mengembangkan dalam bidang ekspor.